Blog yang berisikan tentang teknologi informasi dan hiburan yang bermanfaat
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 17 November 2012
GAMETOGENESIS
4. GAMETOGENESIS (Pembentukan Gamet)
Pada hewan, fase diploid lebih dominan, sedangkan fase haploid terjadi pada gamet. Pada tumbuhan, fase haploid dan diploid sama-sama dominan. Pasa sel tumbuhan, fase haploid disebut generasi gametofit dan fase diploid disebut generasi sporofit.
Pada sel hewan, pembentukan gamet selalu terjadi di dalam tubuh individu diploid lewat proses meiosis. Pada tumbuhan, gamet-gamet diproduksi dalam individu haploid lewat proses mitosis.
Meiosis memegang peran penting dalam pembentukan sel kelamin / gamet dalam kelenjar kelamon (gonad), yang pada hewan jantan terjadi di testis dan pada betina terjadi di ovarium.
a. Gametogenesis pada tumbuhan
Pada tumbuhan angiospermae, benang sari (alat kelamin jantan) terdiri atas kepala sari (anter) dan tangkai sari (filamen). Gamet jantan (serbuk sari) dibentuk di kepala sari. Di dalam kepala sari terdapat ruang serbuk sari yang jumlahnya tergantung spesiesnya. Di tiap ruang ini terdapat sejumlah sel induk, yaitu mikrosporosit (2n) yang kemudian membelah secara meiosis sehingga terbentuk enpat mikrospora. Tiap mikrospora berkembang menjadi mikrospora dewasa atau serbuk sari. Tiap serbuk sari mengandung satu sel tabung dan satu inti generative yang siap membuahi. Peristiwa ini disebut mikrosporogenesis.
Putik (alat kelamin betina) terdiri dari kepala putik (stigma), tangkai putik(stilus), dan ovarium yang berisi bakal biji (ovul). Di ovarium terdapat sel induk (megasporosit) yang bersifat diploid. Setelah sel induk membelah secara meiosis terbentuklah empat sel. Namun, hanya satu yang bertahan menjadi megaspore sedangkan tiga yang lainnya mengalami degenerasi. Inti sel megaspore kemudian membelah menjadi dua, membelah lagi menjadi empat, kemudian membelah lagi hingga menjadi delapan inti haploid. Selanjutnya, tiga inti berada di dekat mikrofil, yaitu dua sebagai sinergid (pengiring) dan satu di tengah diapit sinergit sebagai ovum. Tiga inti lain berada di dekat yang berlawanan dengan mikrofil sebagai antipoda. Dua inti bergabung di tengah sebagai inti kandung lembaga sekunder. Peristiwa pembentukan gamet betina di aas disebut megasporogenesis.
b) Gametogenesis pada Hewan
Gametogenesis pada hewan berlangsung secara meiosis. Dalam proses ini, kadang terjadi fase maturasi (pematangan), yaitu perkembangan dari hasil akhir meiosis yang tidak langsung menjadi gamet. Gametogenesis berlangsung di dalam alat kelamin jantan dan betina. Gametogenesis dibedakan menjadi dua yaitu Spermatogenesis dan Oogenesis, secara prinsip keduanya melalui cara pembelahan yang sama, namun hasil akhirnya berbeda.
1) Spermatogenesis
Proses berlangsung dalam alat kelamin jantan atau testis. Dalam testis terdapat bagian yang disebut tubulus seminiferus. Pada bagian tersebut terdapat sel-sel primordium yang bersifat diploid. Sel-sel primordium adalah kelompok sel yang belum dewasa yang nantinya akan membentuk struktur khusus. Sel-sel primordium tersebut berulang kali mengalami pembelahan secara mitosis, di antaranya membentuk spermatogonium (induk sperma) yang nantinya akan menjadi sperma.
Spermatogonium bersifat diploid (2n), dalam pertumbuhannya spermatogonium mengalami mitosis membentuk sel spermatosit primer yang bersifat diploid pula, kemudian sel ini melakukan meiosis. Pada meiosis I, dihasilkan dua sel anakan yang disebut spermatosit sekunder yang bersifat haploid. Pada meiosis II, tiap sel tersebut menghasilkan dua sel anakan, hingga pada meiosis II terbentuk empat sel anakan yang disebut spermatid. Spermatid bersifat haploid, yang dalam pertumbuhannya mengalami maturasi membentuk spermatozoa. Sel spermatid dilengkapi dengan ekor sehingga spermatozoa dapat bergerak bebas jika berada pada media cair. Hasil akhir dari spermatogenesis adalah terbentuknya empat spermatozoa fungsional dari satu sel induk yang mengalami meiosis.
2) Oogenesis
Oogenesis berlangsung dalam alat kelamin betina, yaitu ovarium. Sel primordium dalam ovarium yang bersifat diploid ialah oogonium. Dalam pertumbuhannya oogonium mengalami mitosis membentuk oosit primer yang juga bersifat diploid. Sel ini mengalami meiosis I sehingga membentuk dua sel anakan, yang satunya besar disebut oosit sekunder dan yang satu kecil disebut badan kutub primer. Keduanya bersifat haploid karena telah terjadi pembagian/penyusutan pada kromosom. Kedua sel ini mengalami meiosis II. Pada sel oosit sekunder juga dihasilkan anakan, yang satu besar disebut ootid sedangkan yang satu kecil disebut badan kutub sekunder. Pada badan kutub hasil meiosis I juga berlangsung meiosis II, dan hasil anaknya berupa dua sel badan kutub. Namun sel badan kutub mengalami degenrasi dalam perkembangannya hingga akhirnya mati, sedangkan ootid mengalami perkembangan menjadi ovum. Dengan demikian pada oogenesis, satu sel induk akhirnya membentuk satu ovum yang fungsional dan tiga sel bandan kutub yang tidak fungsional (tidak terlibat dalam pembuahan).
Berikut ini merupakan bagan spermatogonium dan oogonium
Keterkaitan Evolusi dengan Mutasi
Kali ini saya akan mempos tugas biologi tentang keterkaitan evolusi dengan mutasi, untuk lebih jelasnya silahkan dibaca ya.
Keterkaitan Evolusi dengan Mutasi
Teori seleksi
alam Darwin
menjadi kerangka dasar teori evolusi modern. Eksperimen dan pengamatan yang
dilakukan oleh Darwin
menunjukkan bahwa organisme dalam suatu populasi bervariasi, dan beberapa
variasi tersebut terwariskan dan dapat diseleksi secara alami. Namun, Darwin tidak dapat
menjelaskan sumber variasi ini. Sama seperti para ilmuwan sebelumnya, Darwin beranggapan bahwa
sifat-sifat terwariskan ini merupakan akibat dari penggunaan ataupun
ketidakgunaan organ tertentu, dan sifat yang didapatkan selama hayat organisme
tersebut dapat diwariskan kepada keturunannya. Ia mengambil contoh burung unta
yang mendapatkan makanannya di daratan. Kaki burung unta menjadi lebih kuat
oleh karena digunakan secara terus menerus dan sayap yang jarang digunakan pada
akhirnya membuat burung unta tidak dapat terbang. Kesalahpahaman ini disebut
"pewarisan karakter yang didapatkan" dan merupakan bagian dari teori transmutasi spesies
yang diajukan oleh Jean-Baptiste
Lamarck pada tahun 1809. Pada akhir abad ke-19, teori ini menjadi
apa yang dikenal sebagai Lamarckisme. Darwin mengembangkan
sebuah teori yang dia sebut sebagai pangenesis
untuk menjelaskan bagaimana karakteristik yang didapatkan selama hidup
organisme dapat diwariskan. Pada tahun 1880-an, eksperiman August Weismann mengindikasikan bahwa
perubahan yang diakibatkan oleh penggunaan ataupun ketidakgunaan terus menerus
organ tertentu tidak dapat diwariskan, dan Lamarckisme secara perlahan
ditinggalkan.
Informasi yang
hilang yang diperlukan untuk menjelaskan sifat-sifat terwariskan ini dijawab
oleh hasil kerja Gregor Mendel
pada bidang genetika. Eksperimen Mendel dengan beberapa generasi tumbuhan
kacang polong menunjukkan bahwa pewarisan bekerja dengan memisahkan dan
mengacak informasi pewarisan semasa pembentukan sel kelamin dan merekombinasi
informasi tersebut semasa pembuahan. Hal ini mirip dengan pengocokan kartu,
dengan organisme tertentu mendapatkan campuran acak dari setengah set kartu yang
berasal dari satu pihak orang tua, dan setengah sisanya berasal dari pihak
lainnya. Mendel menyebut informasi ini sebagai faktor; namun pada zaman
sekarang informasi ini dikenal dengan nama gen.
Gen adalah satuan dasar hereditas organisme hidup. Ia mengandung
informasi-informasi yang akan menentukan perkembangan fisik dan perilaku
organisme.
Gen terbuat
dari DNA, yakni molekul panjang yang membawa informasi.
Informasi ini disimpan dalam urutan nukleotida dalam DNA, sama seperti urutan
huruf-huruf dalam suatu kata yang membawa informasi. Gen sama seperti instruksi
pendek yang terdiri dari "huruf-huruf" alfabet DNA. Apabila
digabungkan bersama, keseluruhan set gen ini akan memberikan informasi yang
cukup untuk membangun dan menjalankan suatu organisme. Instruksi yang terdapat
pada DNA ini dapat berubah oleh karena mutasi. Dalam sel, gen dibawa oleh kromosom yang merupakan kumpulan DNA.
Adalah perombakan pada kromosom yang mengakibatkan kombinasi unik gen pada
keturunan.
Walaupun mutasi
pada DNA adalah acak, seleksi alam bukanlah proses acak yang bergantung pada
kebetulan. Lingkungan menentukan probabilitas keberhasilan reproduksi. Hasil
akhir seleksi alam adalah organisme yang dapat beradaptasi terhadap lingkungan.
Seleksi alam tidak mempunyai
tujuan akhir, dan evolusi tidak seperlunya membuat organisme menjadi
lebih kompleks, lebih cerdas, ataupun lebih canggih.
Sebagai contoh,
kutu
merupakan keturunan dari serangga ordo mecoptera
yang bersayap, dan ular adalah kadal tidak lagi memerlukan kaki, walaupun fiton
masih mempunyai struktur kecil kaki yang tersisa dari nenek moyangnya.
Organisme yang ada di dunia hanyalah merapakan varian makhluk hidup yang
berhasil beradaptasi terhadap lingkungan.
Perubahan
lingkungan yang cepat biasanya akan menyebabkan kepunahan. Dari kesemuaan spesies yang
pernah ada di Bumi, 99,9 persennya telah punah. Sejak dimulainya kehidupan di Bumi, terdapat lima kepunahan massal besar-besaran yang
telah mengakibatkan penurunan keberagaman spesies secara besar dan tiba-tiba.
Kepunahan massal yang paling akhir, kejadian
kepunahan Kapur–Tersier, terjadi 65 juta tahun yang lalu. Ia
mendapatkan perhatian yang lebih besar daripada kejadian kepunahan lainnya
karena telah menyebabkan kepunahan dinosaurus.
Teori evolusi
dibangun berdasarkan beberapa pengamatan dasar. Ia menjelaskan keberagaman dan
hubungan seluruh makhluk hidup. Terdapat variasi genetik dalam suatu populasi
individu. Beberapa individu secara kebetulan memiliki sifat-sifat yang
mengijinkan mereka bertahan hidup dan berkembang pesat daripada yang lainnya.
Individu yang bertahan hidup akan lebih berkemungkinan bereproduksi dan
menghasilkan keturunan. Keturunannya tersebut akan mewarisi sifat-sifat yang
menguntungkan tersebut.
Evolusi
bukanlah proses yang acak. Manakala mutasi tersebut adalah acak, seleksi alam
tidaklah demikian. Evolusi merupakan akibat yang tak terelakkan dari pengkopian
gen yang tidak sempurna pada organisme yang bereproduksi selama
bermilyar-milyar tahun di bawah tekanan seleksi lingkungan. Hasil dari proses
evolusi bukanlah organisme yang semakin sempurna, melainkan hanya organisme
yang dapat bertahan hidup dan bereproduksi dengan lebih baik dalam lingkungan
tertentu. Fosil, kode genetik, dan distribusi khas kehidupan di Bumi memberikan
catatan evolusi dan menunjukkan keberadaan nenek moyang bersama seluruh
organisme, baik yang masih hidup maupun telah lama mati. Evolusi dapat secara
langsung diamati pada seleksi buatan. Biakan kucing, anjing, kuda, dan tumbuhan
yang bermacam-macam merupakan contoh evolusi.
Walaupun
beberapa kelompok mengajukan keberatannya
terhadap teori evolusi, bukti eksperimen dan pengamatan selama
beratus-ratus tahun oleh beribu-ribu ilmuwan mendukung fakta evolusi. Akibat
dari evolusi selama empat milyar tahun adalah keanekaragaman mahkhluk hidup di
sekitar kita, dengan sekitar 1,75 juta spesies yang sekarang hidup di Bumi.
Faktor Penyebab Terjadinya Evolusi
Tugas tugas disaat SMA memang tidak ada habisnya kawan, tetapi hal itulah yang membuat masa SMA itu indah, betul ga? hahaha. kali ini saya mau ngepost tugas yang dikasi sama guru biologi, tugasnya disuru mencari faktor penyebab terjadinya evolusi, silahkan dibaca untuk info lebih lanjut
Evolusi pada umumnya dapat disebabkan oleh dua faktor penyebab, yaitu antara lain :
1. Faktor Dalam / Faktor Gen / Faktor Genetika
Pada setiap makhluk hidup pasti memiliki substansi gen pada kromosom. Perubahan pada gen atau genetika pada makhluk tersebut akan berakibat pada terjadinya perubahan sifat organisme tersebut. Perubahan pada gen kromosom dapat terjadi akibat :
a. Mutasi Gen
Mutasi adalah perubahan pada struktur kimia gen yang bersifat turun-temurun yang terjadi bisa secara spontan atau tidak spontan oleh zat kimia, radiasi sinar radioaktif, terinfeksi virus, dan lain sebagainya.
b. Rekombinasi Gen
Pengertian dan arti definisi rekombinasi gen adalah penggabungan beberapa gen induk jantan dan betina ketika pembuahan ovum oleh sperma yang menyebabkan adanya susunan pasangan gen yang berbeda dari induknya. Akibatnya adalah lahirnya varian spesies baru.
2. Faktor Lingkungan Luar
Makhluk hidup dalam kesehariannya pasti berada di lingkungan habitat tempat tinggalnya sesuai dengan kondusi fisik maupun kondisi karakteristiknya. Organisme makhluk hidup dituntut untuk dapat menyesuaikan atau adaptasi dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Mahluk hidup yang melakukan perubahan fisik dan karakter secara terus-menerus untuk dapat selalu beradaptasi dengan lingkungannya menyebabkan munculnya varian spesies baru yang bermacam-macam dan beraneka ragam.
Selasa, 13 November 2012
Perkecambahan Kacang Hijau
Sekarang saya mau post tugas yang dikasi sama guru biologi waktu kelas 3, gurunya baik , cuma disuru buat laporan tentang perkembangan kacang hijau, silahkan dilihat teman :D
PEKECAMBAHAN KACANG HIJAU
Oleh:
Arif
Yudha / XII IPA2 / 06
Oka
Angga Pramana / XII IPA 2 / 25
Windrayana
Raditya / XII IPA 2 / 37
SMA
Negeri 7 Denpasar
Tahun
2011
LEMBAR PENGESAHAN
“
PEKECAMBAHAN KACANG HIJAU”
OLEH:
Arif Yudha (NIS 9049)
Oka Angga Pramana (NIS 9073)
Windrayana Raditya (NIS 8790)
SMA NEGERI 7 DENPASAR
Pembimbing
Dra. Anak Agung Raka
NIP : 195403171978032007
Kata Pengantar
Puji syukur penulis
panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya kami
dapat menyelesaikan paper biologi yang berjudul Pekecambahan Kacang Hijau.
Paper ini diajukan guna memenuhi tugas mata pelajaran biologi.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu sehingga paper ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. paper
ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan
bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Denpasar, 30 Agustus 2011
Penulis
DAFTAR ISI
Isi
Halaman
Halaman
Judul ........................................................................ 1
Halaman
Pengesahan .............................................................. 2
Kata
Pengantar........................................................................ 3
Daftar
Isi................................................................................. 4
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang......................................................... 6
1.2 Rumusan Masalah ................................................... 6
1.3 Pembatasan Masalah ............................................... 6
1.4 Hipotesis dan Prediksi .............................................. 7
BAB
II LANDASAN TEORI
2.1Pertumbuhan Pada Tanaman.................................... 8
2.2 Perkembangan Pada Tanaman................................. 9
BAB
III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Alat dan Bahan......................................................... 11
3.2Cara Kerja................................................................. 11
BAB
IV HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN
4.1Hasil Penelitian.......................................................... 12
4.2 Pembahasan............................................................ 15
BAB
V KESIMPULAN dan SARAN
5.1 Kesimpulan.............................................................. 16
5.2 Saran ...................................................................... 16
DAFTAR
PUSTAKA……………………………………………………………………17
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pertumbuhan
dan perkembangan pada biji kacang hijau ditentukan oleh beberapa faktor yaitu
faktor internal dan eksternal. Faktor internal seperti gen dan hormon sedangkan
faktor eksternalnya adalah nutrisi, cahaya matahari, kelembaban, suhu,dan air.
Pada
percobaan yang dilakukan terlihat pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan
biji kacang hijau. Dimana pada tempat terang pertumbuhannya agak lambat dan
warna daun yang berbeda pada pertumbuhan di tempat gelap dan tempat terang.
1.2 Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar
belakang masalah, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut.
1. Apa penyebab perbedaan pertumbuhan kacang hijau pada
tempat terang dan tempat gelap?
2. Apakah
perbedaan yang terjadi kacang hijau pada tempat terang dan tempat gelap?
1.3 Pembatasan
Masalah
Batas-batas masalah yang dibahas hanya mengenai
pertumbuhan panjang kacang hijau, pengaruh
cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau dari biji,
akar, batang dan daun
1.4 Hipotesis
dan Prediksi
1.
Hipotesis:
a.Cahaya
matahari mempengaruhi pertumbuhan biji kacang hijau.
b.
Cahaya matahari menghambat pertumbuhan biji kacang hijau.
2.
Prediksi:
a.
Cahaya matahari mempengaruhi
pertumbuhan biji kacang hijau ditunjukan dengan tanggapan tanaman terhadap
lamanya penyinaran.
b.
Cahaya matahari menghambat pertumbuhan
biji kacang hijau karena cahaya dapat menyebabkan translokasi(perpindahan
lokasi) hormon.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah berkaitan dengan
masalah perubahan dalam besar, jumlah,ukuran atau dimensi tingkat sel organ
maupun individu yang bisa diukur dengan berat, ukuran panjang, umur tulang dan
keseimbangan metabolic. Secara umum pertumbuhan dan pekembangan pada
tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin
betina dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan
mengalami diferensiasi.Diferensiasi adalah perubahan yang
terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk organ-organ yang mempunyai
struktur dan fungsi yang berbeda.
Terdapat 2 macam
pertumbuhan, yaitu:
1.
Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer
adalah pertumbuhan yang disebabkan oleh aktivitas titik tumbuh primer. Titik
tumbuh primer adalah titik tumbuh pada ujung akar dan ujung batang yang telah
terbentuk sejak tumbuhan masih embrio.
2. Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder
merupakan lanjutan pertubuhan primer. Pertumbuhan yang ditimbulkan titik tumbuh
sekunder dinamakan pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan ini hanya terdapat pada
tumbuhan dikotil dan gymnospemae. Kambium yang memengaruhi pertumbuhan sekunder
terdiri atas kambium primer dan kambium sekunder.
2.2 Perkembangan
Perkembangan
adalah trspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu.
Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi dapat dinyatakan
dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan. Perkembangan awal suatu
tumbuhan secara garis besar melalui tiga tahap yaitu pembelahan sel,
morfogenesis, dan diferensiasi seluler.
2.3 Perkecambahan
Perkecambahan adalah proses pertumbuhan embrio dan
komponen-komponen biji yang memiliki kemampuan untuk tumbuh secara normal
menjadi tumbuhan baru. Komponen biji tersebut adalah bagian kecambah yang
terdapat di dalam biji, misalnya radikula dan plumula.
Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan
embrio. Hasil perkecambahan ini adalah munculnya tumbuhan kecil dari dalam
biji. Proses perubahan embrio saat perkecambahan adalah plumula tumbuh dan
berkembang menjadi batang, dan radikula tumbuh dan berkembang menjadi akar.
Perkecambahan merupakan sustu proses dimana radikula (akar
embrionik) memanjang ke luar menembus kulit biji. Di balik gejala morfologi
dengan pemunculan radikula tersebut, terjadi proses fisiologi-biokemis yang
kompleks, dikenal sebagai proses perkecambahan fisiologis.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1
Alat dan Bahan
A.
Alat
1.
2 Gelas plastik bekas air mineral /gelas aqua
2.
Tanah secukupnya
3.
Kertas label
4.
Penggaris
5.
Kertas
6.
Alat tulis
B.
Bahan
1.
20 Butir kacang hijau
2.
Air bersih
3.2
Rancangan Penelitian
A.
Jenis Biji yang dikecambahkan : Kacang Hijau(Dikotil)
B.
Jumlah Biji :
20 Biji Kacang Hijau
(10 biji di tempat terang A)
(10 biji di tempat gelap B )
C.
Lama Percobaan : 7 Hari
D.
Tempat Percobaan : Tempat
Terang dan Tempat Gelap
E.
Cara Kerja :
1.
Rendamlah biji kacang hijau dengan air bersih selama 2 jam.
2.
Sediakan 2 gelas aqua.
3.
Masukkan tanah secukupnya ke dalam
setiap gelas.
4.
Beri label A untuk 1 gelas dan label B untuk 1 gelas lagi.
5.
Letakkan 10 butir biji kacang hijau pada setiap gelas. Beri label nomor 1-5 dan
6-10 di dinding luar gelas plastik dengan spidol permanen pada gelas belabel A
dan gelas berlabel B.
7.
Tempatkan gelas A di tempat terang dan gelas B di tempat gelap.
8.
Sirami biji-biji tersebut setiap hari
dengan volume air yang sama ,
9.
Amati dan catat pertumbuhan(pertumbuhan panjangnya) setiap hari, usahakan pada
waktu yang sama(malam jam 19.30).
4.1 Hasil Penelitian dan
Pembahasan
Tabel.1.
Data Kuantitatif Pertumbuhan Kacang Hijau di Tempat Terang A
Hari ke-
|
Biji Kacang Hijau
ke- (dalam centimeter)
|
Rata-rata
|
|||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
||
1
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
0
|
2
|
0,3
|
0,1
|
0,5
|
0,1
|
0,2
|
0,4
|
0,2
|
0,1
|
0,5
|
-
|
0,2
|
3
|
0,7
|
0,4
|
0,9
|
0,4
|
0,5
|
0,8
|
0,6
|
0,5
|
0,9
|
-
|
0,6
|
4
|
1,7
|
1,5
|
2,5
|
1,7
|
2
|
3
|
2,3
|
2
|
2,3
|
-
|
2
|
5
|
3,4
|
2,5
|
4,1
|
3,5
|
3,9
|
4,5
|
3,4
|
3,2
|
3
|
-
|
3,1
|
6
|
4,5
|
4
|
5
|
5,4
|
5,9
|
6
|
5
|
4,9
|
5
|
-
|
4,6
|
Mean
|
1,8
|
1,4
|
2,2
|
1,8
|
2,1
|
2,5
|
2
|
1,8
|
2
|
-
|
|
Median
|
0,5
|
0,3
|
0,7
|
0,3
|
0,4
|
0,6
|
0,4
|
0,3
|
0,7
|
-
|
Gambar tanaman pada tempat terang
Tabel.2.
Data Kuantitatif Pertumbuhan Kacang
Hijau di Tempat Gelap B
Hari ke-
|
Biji Kacang Hijau
ke- (dalam centimeter)
|
Rata-rata
|
|||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
||
1
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
2
|
3
|
1,2
|
0,6
|
1
|
2
|
1,1
|
0,9
|
1,5
|
2,2
|
1,7
|
1,52
|
3
|
6
|
4
|
3,2
|
2
|
4,3
|
2,5
|
3
|
2,9
|
4,5
|
3,2
|
3,76
|
4
|
12
|
8
|
6,4
|
4
|
8,5
|
5,9
|
7
|
8
|
9,3
|
8
|
7
|
5
|
20,2
|
19,7
|
15,8
|
8
|
16,9
|
13,9
|
17,2
|
16,9
|
18,5
|
13,9
|
16
|
6
|
24,4
|
23,4
|
20,3
|
12
|
20,7
|
19,7
|
21,9
|
20,2
|
23,4
|
18,5
|
20
|
Mean
|
11
|
9,4
|
7,8
|
4,5
|
8,7
|
7,2
|
8,3
|
8,2
|
9,7
|
7,6
|
|
Median
|
Gambar tanaman pada tempat gelap
4.2 Pembahasan
1.
Pertumbuhan dan
perkembangan perkecambahan kacang hijau akibat pengaruh cahaya adalah sebagai berikut:
A.
Pertumbuhan panjang batang kacang hijau ditempat gelap lebih cepat memanjang
daripada kacang hijau yang diletakkan ditempat terang karena cahaya dapat
menyebabkan translokasi(perpindahan lokasi) hormon. Pada pengamatan panjang
tanaman kacang hijau yang terpanjang pada tempat yang gelap adalah 24 cm,
sedangkan tanaman kacang hijau yang terpanjang pada tempat yang terang adalah 6
cm, ini membuktikan bahwa cahaya menghambat pertumbuhan.
B.
Perkembangan kacang hijau pada tempat
gelap dan terang hampir sama, dapat kita amati saat kita mulai menanam kacang hijau,
akar keluar, tumbuh hipokotil dan epikotil(batang), kotiledon berada diatas permukaan kapas, dan tumbuh
daun, namun semuanya
berlangsung lebih cepat pada tanaman yang berada di tempat gelap. Proses dalam perkembangan tanaman yang dikendalikan oleh
cahaya antara lain : perkecambahan, perpanjangan batang, perluasan daun,
sintesis klorofil, gerakan batang,dan gerakan daun.
2. Perbedaan yang terjadi pada
pertumbuhan dan erkembangan kacang hijau pada tempat terang dan gelap ,
perbadaannnya adalah sebagai berikut :
1. Perbedaan warna daun pada tanaman
kacang hijau yang diletakkan di tempat gelap dan terang.Warna daun pada tempat
yang terang adalah hijau dan pada tempat yang gelap berwarna hijau ke kuningan.
2.
Perbedaan layu/kokoh tananam, pada tempat gelap tanaman terlihat layu,
sedangkan pada tempat terang tanaman terlihat kokoh.
3.
Perbedaantinggi tanaman, tanaman yang diletakkan pada tempat yang gelap lebih
tinggi daripada tanaman yang diletakkan di tempat yang erang.
BAB V Kesimpulan dan Saran
5.1
Kesimpulan
Pertumbuhan
dan perkembangan tanaman kacang hijau dipengaruhi oleh beberapa factor, salah
satu factor tersebut adalah faktor cahaya. Akibat dari pengaruh cahaya terjadi
perbedaan panjang batang, warna daun dan kekokohan pada tanaman yang diletakan
pada tempat gelap dan terang.
5.2
Saran
Sebaiknya
jika ingin mendapatkan tanaman kacang hijau yang tinggi dan sehat pada awal
awal penanaman letakkan tanaman di tempat yang gelap, lalau setelah beberapa
hari pindahkan tanakman ke tempat yang terkena sinar matahari.
Langganan:
Postingan (Atom)