Pages

Kamis, 08 November 2012

Mikroprosessor


Ini merupakan tugas yang dikasi oleh dosen pengantar sistem dan tekologi informasi, disuru buar artikel tentang mikroprosesor minimal 10 halaman -_- , untuk lebih jelasnya silahkan dibaca teman teman.                                                                 

Pengertian Mikroprosessor
            Mikroprosesor (disingkat µP atau uP) adalah sebuah central processing unit (CPU) computer yang terbuat dari transistor mini dan sirkuit lainnya di atas sebuah IC (Integrated Circuit) semikonduktor yang di dalamnya terkandung rangkaian ALU(Arithmetic-Logic-Unit), rangkaian CU(Control Unit), dan register-register.
            AlU merupakan Unit aritmetika dan logika berperan dalam melaksanakan operasi-operasi perhitungan (aritmetika) seperti pengurangan, penjumlahan, dan pengalian maupun operasi pembandingan (logika) seperti membandingkan suatu nilai bernilai nol atau tidak.
            CU merupakan Unit kontrol berfungsi untuk mengendalikan seluruh komponen dalam sistem komputer, seperti layaknya otak manusia yang mengontrol seluruh syaraf dalam tubuh sehingga seluruh anggota tubuh dapat digerakkan atau dikendalikan. Pengendalian yang dilaksanakan oleh unit ini di dasarkan pada instruksi-instruksi yang terdapat pada program komputer. Setiap instruksi diterjemahkan ke dalam bentuk tindakan yang sesuai dengan maksud instruksi bersangkutan.
            Register berfungsi untuk menyimpan data sementara hasil proses dari mikroprosesor. Fungsinya hampir sama dengan piranti memori mikroprosesor dengan perbedaan bahwa: Memori berada diluar mikroprosesor sedangkan register berada didalam mikroprosesor, Memori diidentifikasi dengan alamat sedangkan register diidentifikasi oleh nama register oleh mikroprosesor
            Sebelum berkembangnya mikroprosesor, CPU elektronik terbuat dari sirkuit terintegrasi TTL terpisah; sebelumnya, transistor individual; sebelumnya lagi, dari tabung vakum. Bahkan telah ada desain untuk mesin komputer sederhana atas dasar bagian mekanik seperti gear, shaft, lever, Tinkertoy, dll.
            Evolusi dari mikroprosesor telah diketahui mengikuti Hukum Moore yang merupakan peningkatan performa dari tahun ke tahun. Teori ini merumuskan bahwa daya penghitungan akan berlipat ganda setiap 18 bulan, sebuah proses yang benar terjadi sejak awal 1970-an; sebuah kejutan bagi orang-orang yang berhubungan. Dari awal sebagai driver dalam kalkulator, perkembangan kekuatan telah menuju ke dominasi mikroprosesor di berbagai jenis komputer; setiap sistem dari mainframe terbesar sampai ke komputer pegang terkecil sekarang menggunakan mikroprosesor sebagai pusatnya. Mikroprosesor yang pertama muncul pada awal 1970-an dan digunakan untuk kalkulator elektronik, dengan menggunakan kode-biner desimal (BCD) aritmetika di 4-bit. Tertanam lain penggunaan 4 – dan 8-bit, seperti terminal, printer, berbagai macam otomatisasi etc, diikuti agak cepat. Terjangkau 8-bit dengan 16-bit juga menangani menyebabkan tujuan umum pertama mikrokomputer pada pertengahan 1970-an.

Sejarah Mikroprosessor
1971 : Microprosessor 4004
            Sejarah awal adanya mikroprosessor berawal dari diluncurkannya mikroprosesor pertama di dunia 4-bit 4004, yang didesain oleh Federico Faggin. Microprocessor 4004.Processor di awali pada tahun 1971 dimana intel mengeluarkan processor pertamanya yang di pakai pada mesin penghitung buscom. Mikroprosesor 4004 mempunyai 2.250 transistor PMOS, menangani data 4 bit, dan dapat mengeksekusi 60ribu operasi per detik.
1972 : Mikroprosessor 8008
            Pada tahun 1972 intel mengeluarkan mikroprosessor 8008 yang berkecepatan hitung 2 kali lipat dari MP sebelumnya MP ini adalah Mikroprosessor 8 bit pertama. MP ini juga di desain untuk mengerjakan satu pekerjaan saja. Bill Gates muda dan Paul Allen mencoba mengembangkan bahsa pemrograman untuk chip tersebut, namun saat itu masih kurang kuat
1974 : Mikroprosessor 8080
            Pada tahun 1974 intel kembali mengeluarkan Mikroprosesor terbaru dengan seri 8080, dengan 4.500 transistor yang memiliki kinerja 10 kali pendahulunya. Pada seri ini intel melakukan perubahan dari Mikroprosesor multivoltage menjadi triple voltage, teknologi yang di pakai NMOS, lebih cepat dari seri sebelumnya yang memakai teknologi PMOS. Mikroprosesor ini adalah otak pertama bagi komputer yang bernama altair. Pada saat ini pengalamatan memory sudah sampai 64 kilobyte. Kecepatanya sampai 10X mp sebelumnya. Tahun ini juga muncul MP dari produsen lain seperti MC6800 dan Motorola -1974, Z80 dari Zilog, dan prosessor-prosessor lain seri 6500 buatan MOST, Rockwell, Hyundai, WDC, dan NCR.
1978 : Mikroprosessor 8086
            Pada tahun 1978 Intel memperkenalkan mikroprosesor 16-bit 8086. Processor 8086 adalah cpu pertama 16 bit. Tetapi pada saat ini masih banyak di gunakan mainboard sandard 8 bit, karena motherboard 16bit merupakan hal yang mahal. Pada tahun 1979 intel merancang ulang processor ini sehingga compatible dengan mainboard 8 bit yang di beri nama 8088 tetapi secara logika bisa di namakan 8086sx. Perusahan komputer IBM menggunakan processor 8086sx ini untuk komputernya karena lebih murah dari harga 8086, dan juga bisa menggunakan mainboard bekas dari processor 8080.Teknologi yang digunakan pada prosessor ini juga berbeda dari seri 8080, dimana pada seri 8086 dan 8086sx intel menggunakan teknologi HMOS . Mikroprosessor 8086 mempunyai bus data 16bit, sehingga dapat menulis atau membaca data ke/dari memori atau port input/output sebesar 16 bit atau 8 bit setiap saat, mikroprosessor ini mempunyai bus alamat 20 bit, sehingga dapat mengalamati sebanyak 220 = 1,048,57626 lokasi memori. Pada tahun 1980 intel memperkenalkan 8087 math co=prosesor dan pada 1981 IBM memilih 8088 untuk menjalankan PC-nya. Seseorang eksekutif Intel kemudian mengalahkannya sebagai “Kemenangan besar pertama intel”.
1982 : Mikroprosessor 80286
            Pada tahun 1982 Intel mengenalkan Mikroprosesor 286 atau yang lebih dikenal dengan nama 80286 adalah sebuah processor yang pertama kali dapat mengenali dan menggunakan software yang digunakan untuk processor sebelumnya. Pada mikroprosesor 80286 mempunyai 134.000 transistor. Mikroprosessor ini juga merupakan prosessor 16bit. Prosessor ini mempunyai kemajuan yang relative besar disbanding chip-chip generasi pertama. Frekuensi clock ditingkatkan, tetapi perbaikan yang utama ialah optimisasi penanganan perintah. Mikroprosessor 286 ini menghasilkan kerja lebih baanyak tiap tik clock daripada 8088/8086. Pada kecepatan awal (6Mhz) berunjuk kerja empat kali lebih baik dari 8086 dan 4.77 Mhz. Pada tahun 1984 belakangan diperkenalkan mikroprosessor dengan kecepatan clock 8,10, dan 12 Mhz yang digunakan pada IBM PC-AT dan yang telah menjalankan MS DOS, kelak menjadi standar PC selama hampir 10 tahun.
1985 : Mikroprosessor 80386
            Pada tahun 1985 Intel keluar dari bisnis RAM dinamis untuk focus pada mikroprosessor, dan akhirnya ia mengeluarkan prosessor 80386, sebuah chip 32 bit dengan 275.000 transistor dan kemampuan menjalankan berbagai macam program sekaligus. Pada tahun 1986 Compaq Computer melambungkan B dengan PC yang didasarkan pada 80386. Pada tahun 197 VIA Technologies didirikan di Fremont, Calif, mereka menjual chip set core logic x86
1989 : Mikroprosessor 80486
            Pada tahunn 1989 80486 diluncurkan, dengan 1,2 juta buah transistor dan built-in math co-processor. Prosessor ini merupakan prosessor pertama yang memudahkan berbagai aplikasi yang tadinya harus mengetikkan commamd-command menjadi hanya sebuah klik saja, dan mempunyai fungsi komplek matematika sehinga memperkecil beban kerja pada prosessor.

1993 : Intel® Pentium® Prosessor
            Pada tahun 1993 Transistor 3.1 juta, prosesor 66-MHz Pentium dengan teknologi superscalar yang mampu menangani berbagai jenis data seperti suara, bunyi, tulisan tangan, dan foto.
1995 : Processor Intel® Pentium® Pro
            Processor yang dikeluarkan pada tahun 1995 ini  dirancang untuk digunakan pada aplikasi server dan workstation, yang dibuat untuk memproses data secara cepat, processor ini mempunyai 5,5 jt transistor yang tertanam.
1997 : Prosessor Intel® Pentium® II
            tahun 1997: Intel meluncurkan teknologi prosesor 64-bit Epic. Ia juga memperkenalkan MMX Pentium untuk aplikasi prosesor sinyal digital, yang juga mencakup grafik, audio, dan pemrosesan suara. tahun 1997: Intel meluncurkan teknologi prosesor 64-bit Epic. Ia juga memperkenalkan MMX Pentium untuk aplikasi prosesor sinyal digital, yang juga mencakup grafik, audio, dan visual.
1998: Prosessor Intel® Pentium II Xeon®
            Prosessor yang dibuat untuk kebutuhan pada aplikasi server.Intel saat itu ingin memenuhi strateginya yang ingin memberikan sebuah prosessor unik untuk sebuah pasar tertentu
1999 : Intel® Celeron® Prosessor
            1999: VIA mengakuisisi Cyrix Corp. dan Centaur Technology, pembuat prosesor x86 dan x87 co-prosessor. Processor Intel Celeron merupakan processor yang dikeluarkan sebagai processor yang ditujukan untuk pengguna yang tidak terlalu membutuhkan kinerja processor yang lebih cepat bagi pengguna yang ingin membangun sebuah system computer dengan budget yang tidak terlalu besar. Processor Intel Celeron ini memiliki bentuk dan formfactor yang sama dengan processor Intel jenis Pentium, tetapi hanya dengan instruksi-instruksi yang lebih sedikit, L2 cache-nya lebih kecil, kecepatan (clock speed) yang lebih lambat, dan harga yang lebih murah daripada processor Intel jenis Pentium. Dengan keluarnya processor Celeron ini maka Intel kembali memberikan sebuah prosessor untuk sebuah pasaran tertentu. Dengan keluarnya prosessor Celeron ini, maka Intel kembali memberikan sebuah prosessor untuk sebuah pasaran tertentu.
1999 : Intel Pentium III Prosessor
            Processor Pentium III merupakan processor yang diberi tambahan 70 instruksi baru yang secara dramatis memperkaya kemampuan pencitraan tingkat tinggi, tiga dimensi, audio streaming, dan aplikasi-aplikasi video serta pengenalan suara. Intel kembali merambah pasaran server dan workstation dengan mengeluarkan seri Xeon tetapi jenis Pentium III yang mempunyai 70 perintah SIMD. Keunggulan processor ini adalah ia dapat mempercepat pengolahan informasi dari system bus ke processor , yang juga mendongkrak performa secara signifikan. Processor ini juga dirancang untuk dipadukan dengan prosessor lain yang sejenis.
1999 : Prosessor Intel®  Pentium® III Xeon®
            Intel kembali merambah pasaran server dan workstation dengan mengeluarkan seri Xeon tetapi jenis Pentium III yang mempunyai 70 perintah SIMD. Keunggulan processor ini adalah ia dapat mempercepat pengolahan informasi dari system bus ke processor , yang juga mendongkrak performa secara signifikan. Processor ini juga dirancang untuk dipadukan dengan processor lain yang sejenis
2000 : Intel Pentium 4 Prosessor
            Pada tahun 2000 debut Pentium 4 dengan 42 kuta transistor. Prosessor Pentium 4 merupakan produk intel yang kecepatan prosesnya mambu menembus kecepatan hingga 3.06 Ghz. Pertama kali keluar processor ini berkecepatan 1.5GHz dengan formafactor pin 423, setelah itu intel merubah formfactor processor Intel Pentium 4 menjadi pin 478 yang dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1.3 GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3,4 GHz
2001 : Intel® Xeon® Prosessor
            Processor Intel Pentium 4 Xeon merupakan processor Intel Pentium 4 yang ditujukan khusus untuk berperan sebagai computer server. Processor ini memiliki jumlah pin lebih banyak dari processor Intel Pentium 4 serta dengan memory L2 cache yang lebih besar pula
2001 Intel® Itanium® Prosessor
            Itanium adalah processor berbasis 64 bit yang dikembangkan oleh intel dan Hewlett-Packard, yang menggunakan arsitekturIA-64.Pada saat  dikembangkan prosessor ini diberi nama kode prosessor Merced, dan dirilis pada tanggal 29 Mei 2001. Prosessor ini ditujukan bagi pemakain pada server dan workstation serta pemakai tertentu. Processor ini sudah dibuat dengan struktur yang benar-benar berbeda dari sebelumnya yang didasarkan pada desain dan teknologi Intel’s Explicitly Parallel Instruction Computing (EPIC). Prosessor ini benar-benar baru(bukan penerus prosesssor intel x86), karena memang intel mendesain prosessor ini dengan bantuan Hewlett-Packard. Arsitektur yang digunakan adalah arsitektur gabungan dari dua prosessor dengan arsitektur RISC, yakni HP PA/ RISC dan intel 860 yang kurang laku di pasaran.
2002 Prosessor Intel® Itanium® 2
            Itanium 2 adalah generasi kedua dari keluarga Itanium. Itanium 2 didukung oleh beberapa system operasi, diantaranya adalah Microsoft Windows XP 64-bit Edition, dan Windows 2000 Adcanced Server Limited Edition 2002 dari Microsoft Corporation. GNU/Linux (yang disuplai oleh beberapa pembuat distro mayor, semacam Red  Hat, SuSE Caldera, Debian, dan turbo Linux), serta dua versi UNIX, yakni Hawlett-Packard HP?UX dan IBM AIX. Jenis system operasi yang mendukung IA-31 EL adalah Windows Server 2003 Enterprise Edition, Windows Server 2003 Data Center Edition, Windows XP-64-bit Edition, serta beberapa distribusi GNU/Linux yang baru menggunakan versi kernel 2.6.x.
2003: Processor Intel® Pentium® M
            Intel Pentium M adalah sebuah mikroprosessor Intel x86 yang didesain oleh Intel untuk digunakan secara ekslusif untuk computer portable, semacam Notebook atau PC Tablet. Pentium M pertama  kali dirilis pada bulan Maret 2003, bersamaan dengan chipset Intel 855, dan kartu adater jaringan intel PRO/Wireless 2100 mini PCI, yang kemudiaan lazim dikenal dengan sebutan Intel Centrino jika ketiga komponen tersebut disatukan dalam satu system. Inti dari Pentium M merupakan desain dari para pengembang mikroarsitektur prosessor Pentium III yang efisien dan entium 4 tang gegas. Tentu saja, Pentium M juga menawarkan sesuatu yang lebih dari pada kedua pendahulunya itu, seperti penggabungan micro-operation (oleh intel disebut dengan Micro-operation fusion). Hal iini akan mengakibatkan throughput yang lebih tinggi dengan menggunakan daya yang rendah. Hasil desain tersebut menjadikan Pentium M menawarkan performa yang sebanding, atau bahkan lebih cepat dibandingkan dengan prosessor Pentium 4, dengan tetap menekankan penggunaan daya dan juga menekan terjadinya panas berlebih.
2004: Intel Pentium M 735/745/755 processors
            Dilengkapi dengan chipset 855 dengan fitur baru 2Mb L2 Cache 400MHz system bus dan kecocokan dengan soket processor dengan seri-seri Pentium M sebelumnya.
2005 : Intel Prosessor Dual Core
            Pada tahun 2005 Intel menjual prosessor Dual-Core pertamanya. Processor berbasis 64 bit dan disebut dual core karena menggunakan 2 buah inti, dengan konfigurasi 1MB L2 cache pada tiap core, 800MHz FSB, dan bisa beroperasi pada frekuensi 2.8GHz, 3.0GHz, dan 3.2GHz. Pada processor jenis ini juga disertakan dukungan Hyper Threading.
2006 : Intel prosessor Core 2 Duo
            Pada tahun 2006 Intel memperkenalkan prosessor core 2 duo di bulan Juli.Inte Core 2 Duo merupakan bagian keluarga mikroprosessor dari intel dan meruakan generasi kedua dari arsitektur Core.Prosessor ini dibuat dengan menggunakan teknologi 45 nanometer dari Intel dari dari intel dan sirkuit Hafnium yang ditanamkan didalamnya. Dengan 6  MB L2 cache dan 1333 MHz front side bus, kinerja prosessor meningkat hingga 40 persen dan efisiensi daya meningkat hingga 40 persen dibandingkan prosessor intel generasi sebelumnya.
2007 : Intel Prosessor Core 2 Quad
            Pada tahun 2007 Intel memperkenalka prosessor core 2 quad di bulan Januari. Processor untuk type desktop dan digunakan pada orang yang ingin kekuatan lebih dari komputer yang ia miliki memiliki 2 buah core dengan konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2 cache (sampai dengan 4MB yang dapat diakses tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power (TDP).Prosessor yang digunakan untuk tipe server dan memiliki 2 buah core dengan masing-masing memiliki konfigurasi 2.13 dan 2.4 GHz, berturut-turut, dengan 8MB L2 cache (dapat mencapai  4MB yang diakses untuk tiap core), 1.06GHz front-side bus, dan thermal design power.
Karakteristik Mikroprosesor
  1. Ukuran bus data internal (internal data bus size): Jumlah saluran yang terdapat dalam mikroprosesor yang menyatakan jumlah bit yang dapat ditransfer antar komponen di dalam mikroprosesor.
2.      Ukuran bus data eksternal (external data bus size): Jumlah saluran yang digunakan untuk transfer data antar komponen antara mikroprosesor dan komponen-komponen di luar mikroprosesor.
3.      Ukuran alamat memori (memory address size): Jumlah alamat memori yang dapat dialamati oleh mikroprosesor secara langsung.
  1. Kecepatan clock (clock speed): Rate atau kecepatan clock untuk menuntun kerja mikroprosesor.
  2. Fitur-fitur spesial (special features): Fitur khusus untuk mendukung aplikasi tertentu seperti fasilitas pemrosesan floating point, multimedia dan sebagainya.
Konfigurasi Dasar Mikroprosessor
            Pada system mikroprosessor prinsip kerjanya adalah mengolah suatu data masukan, yang kemudian hasil olahannya tersebut akan menghasilkan keluaran yang dikehendaki. Proses pengolahan datanya dapat difungsikan sesuai dengan instruksi yang diprogramkan. Masing-masing mikroprosessor memiliki bahasa pemrograman yang berbeda-beda. Namun secara prinsip, dasar dari tiap mikroprosessor adalah sama. Tiap Mikroprosessor memiliki satu bus data, satu bus alamat dan satu bus kendali. Dalam mikroprosessor terdapat suatu unit untuk mengerjakan dan fungsi-fungsi logika dan ariitmatika, register-register untuk menyimpan data sementara dan unit pengendalian.

           
         

Enzim


Definisi Enzim
          Enzim adalah biokatalisator, yang artinya dapat mempercepat reaksi-reaksi biologi tanpa mengalami perubahan struktur kimia. Menurut Kuhne, seorang ahli yang banyak melakukan penyelidikan tentang fermentasi pada tahun 1878, enzim berasal dari kata in dan zyme yang berarti sesuatu di dalam ragi. Berdasarkan penelitian-penelitian berikutnya, diperoleh kesimpulan bahwa enzim adalah suatu protein molekul besar yang bobot molekulnya ribuan. Sebagai contoh, enzim katalase memiliki bobot molekul 248000, sedangkan enzim urease memiliki obot molekul 438000.
          Dapat diketahui pula bahwa enzim terdiri dari bagian yang berupa protein dan bagian lain yang bukan protein. Bagian yang berupa protein biasanya bersifat termolabil atau tidak tahan panas yang disebut apoenzim. Bagian yang bukan protein adalah bagian yang aktif dan diberi nama gugus prostetik, biasanya yang berupa logam seperti besi, tembaga, seng, atau suatu bahan senyawa organic yang mengandung logam.  Apoenzim dan gugus prostetik merupakan suatu kesatuan yang disebut holoenzim. Ada pula enzim yang bagian apoenzim dan gugus prostetiknya tidak bersatu. Bagian gugus prostetik yang lepas disebut koenzim, yang bersifat aktif seperti halnya gugus prostetik. Contoh koenzim adalah vitamin atau bagian vitamin, misalnya vitamin B1,B2,B6, niasin, dan biotin.
Cara Kerja Enzim
          Banyakenzim yang dapat bekerja bolak-balik. Enzim dapat mengubah substrat menjadi hasil akhir. Sebaliknya, enzim juga dapat mengembalikan hasil akhir menjadi substrat jika lingkungannya berubah. Contohnya enzim lipase dapat berfungsi sebagai katalisatordalam perubahan lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Enzim lipase juga dapat mengubah kembali gliserol dan asam lemak menjadi lemak(lipid).
          Enzim bekerja spesifik, artinya enzim mempunyai fungsi khusus. Untuk perubahan zat tertentu, diperlukan enzim tertentu. Jika enzimnya berbeda, maka hasil akhirnya berbeda pula. Contohnya pada pemecahan rafinosa ( suatu trisakarida) yang dilakukan oleh enzim sukrase, akan terurai menjadi meliobosa dan fruktosa. Akan tetapi, apabila dilakukan oleh enzim emulsion, rafinosa akan terurai menjadi sukrosa dan galaktosa.     
Cara kerja enzim ada 2 macam, yaitu dengan model kunci gembok dan induksi pas.
A.      Kunci Gembok (lock and  key)
          Enzim imisalkan sebagai gembok karena memiliki sebuah bagian kecil yang dapat berikatan dengan subtract. Bagian tersebut disebut sisi aktif. Subtrat dimisalkan sebagai kunci karena dapat berikatan secara pas dengan sisi aktif enzim (gembok)
B.      Induksi pas (induced fit)
          Pada model ini, sisi aktif enzim dapat berubah bentuk sesuai dengan bentuk subtract. 

Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim
A.      Temperatur
         Karena enzim tersusun dari protein, maka enzim sangat peka terhadap temperature. Temperatur yang terlalu tinggi dapat menyebabkan denaturasi protein. Temperatur yang terlalu rendah dapat menghambat reaksi. Pada umumnya temperature optimum enzim adalah 30-40˚C. Kebanyakan enzim tidak menunjukan reaksi jika suhu turun sampai sekitar 0˚C, namun enzim tidak rusak. Jika suhu normal kembali, maka enzim akan aktif kembali. Enzim tahan pada suhu rendah, namun dapat rusak di atas suhu 50˚C.
B.      Perubahan pH
            Enzim juga sangat terpengaruh oleh pH.  Perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim sehingga menghalangi sisi aktif bergabung dengan subtratnya. pH optimum yang dibutuhkan berbeda-beda, tergantung pada jenis enzimnya.
C.      Konsentrasi Enzim dan Subtrat
          Agar reaksi berjalan optimum, maka perbandingan jumlah antara enzim dan subtract harus sesuai. Jika enzim terlalu sedikit dan subtract terlalu banyak, reaksi akan berjalan lambat dan bahkan ada subtract yang tak terkatalisasi. Semakin banyak enzim, reaksi akan semakin cepat.
D       Inhibitor Enzim
          Seringkali kerja enzim dihambat oleh suatu zat yang disebut inhibitor. Jika inhibitor ditambahkan ke dalam campuran enzim dan subtract, kecepatan reaksi akan turun. Cara kerja inhibitor ini adalah berikatan dengan enzim membentuk kompleks enzim-inhibitor yang masih mampu atau tidak mampu berikatan dengan subtrat. Ada dua jenis inhibitor, yaitu inhibitor kompetitifdan inhibitor nonkompetitif.
1        Inhibitor kompetitif
          Pada penghambatan ini, zat-zat penghambat mempunyai sturktur yang irip struktur substrat. Dengan demikian baik substrat maupun zat penghambat berkompetisiuntuk bergabung dengan sisi aktif enzim. Jika zat penghambat lebih dulu berikatan dengan sisi aktif enzim, maka substrat tidak dapat lagi berikatan dengan sisi aktif enzim.
2        Inhibbitor nonkompetitif
          Pada penghambatan ini, substrat sudah tidak dapat berikatan dengan kompleks enzim-inhibitor, karena sisi aktif enzim berubah.

Nomenklatur Enzim
Enzim diberi nama dengan menambah akhiran –ase pada nama substrat yang diubah oleh enzim tersebut. Misalnya substrat maltosa diubah oleh enzim maltase menjadi glukosa, enzim yang mengubah lemak(lipid) adalah lipase, enzim yang mengubah karbohidrat merupakan kelompok karbohidrase. Ada pula nama enzim yang tidak berakhiran –ase, misalnya pepsin, tripsin, ptialin, dan erepsin.

Golongan Enzim Ada 2:

a. Golongan Hidrolase, yaitu enzim yang dengan penambahan air atau dengan adanya air dapat mengubah suatu substrat menjadi hasil akhir, misalnya karboksilase, protease, dan lipase.
b. Golongan desmolase, yaitu enzim yang dapat memecah ikatan C-C atau C-N. Contohnya enzim-enzim peroksidase, dehidrogenase, katalase, karboksilase, dan trasaminase

Ciri umum enzim
1.     Enzim terbina daripada protein yang dihasilkan oleh sel hidup.
2.     Tindakan enzim spesifik. Setiap jenis enzim hanya bertindak balas dengan substrat tertentu saja. Contoh: enzim sukrase hanya boleh berindak balas dengan sukrosa tetapi tidak boleh bertindak balas dengan maltosa walaupun kedua-duanya adalah gula.
3.     Tindak balas enzim boleh berbalik. Arah tindak balas bergantung kepada jumlah substrat dan hasil yang ada. Tindak balas penguraian lemak akan berlaku dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri sehingga keseimbangan tercapai antara kedua-dua substrat.
4.     Enzim diperlukan dalam kuantiti yang kecil. Sedikit enzim akan memangkinkan satu bilangan besar tindak balas biokimia yang sama.
5.     Enzim tidak boleh dimusnahkan selepas tindak balas biokimia selesai. Oleh itu, enzim boleh digunakan berulang kali.
6.     Suhu optimum bagi tindak balas enzim ialah pada 37oC.

SIFAT ENZIM dalam METABOLISME
a. Biokatalisator, yaitu mempercepat reaksi tanpa ikut bereaksi
b. Enzim merupakan senyawa protein yang memiliki sifat protein
c.  Mudah rusak akobat suhu panas (lebih dr 60 derajat celcius) karena sifat  enzim adalah thermolabil.
d. Dalam suatu reaksi kimia, enzim diperlukan sangat sedikit tetapi pengaruhnya dalam kecepatan reaksi sangatlah besar dan dapat digunakan berulang-ulang.
e. Dalam suatu reaksi kimia, enzim bekerja searah meskipun beberapa  diantaranya mampu bekerja dua arah
 f. Dapat bekerja di dalam dan di luar sel
STRUKTUR ENZIM
Kebanyakan enzim berukuran lebih besar dari substratnya. Tetapi hanya sebagian kecil enzim yang secara langsung terlibat dalam katalis. Daerah yang mengandung residu katalitik yang akan mengikat substrat dan kemudian menjalani reaksi ini dikenal sebagai tapak aktif Enzim juga dapat mengandung tapak yang mengikat kofaktor yang diperlukan untuk katalisis. Beberapa enzim juga memiliki tapak ikat untuk molekul kecil, yang sering kali merupakan produk langsung ataupun tak langsung dari reaksi yang dikatalisasi.  Pengikatan ini dapat meningkatkan ataupun menurunkan aktivitas enzim. Dengan demikian ia berfungsi sebagai regulasi umpan balik.

Kamis, 25 Agustus 2011

Redoks 1 dan redoks 2

Tugas ini saya selesaikan dalam rangka laporan yang harus disetor selesai praktikum kimia

Reaksi Redoks 1
Standar Kompetensi :
Menerapkan konsep reaksi oksidasi – reduksi dan elektrokimia dalam tehnologi dan kehidupan sehari-hari
Kompetensi Dasar :
Menerapkan konsep reaksi oksidasi-reduksi dalam sistem elektrokimia yang melibatkan energi listrik dan kegunaanya dalam mencegah korosi dan dalam industri 

I. TUJUAN
Mempelajari peristiwa reaksi redoks 

II.TEORI
Reaksi redoks merupakan reaksi reduksi dan reaksi oksidasi . Reaksi reduksi adalah peristiwa suatu zat menerima elektron. Sedangkan reaksi oksidasi adalah peristiwa suatui zat melepas elektron. Reaksi redoks dapat diamati dengan terjadinya perubahan warna, terjadinya endapan,timbulnya gas, atau terjadinya energi. 

III. ALAT DAN BAHAN
A. Alat
1. Tabung reaksi
2. Rak tabung reaksi
3. Gelas kimia 100 ml
4. Silinder ukur 100 ml
5. Silinder ukur 10 ml
6. Pipet tetes
7. Termometer
B. Bahan
1. Larutan Na2S2O3 0,2 M
2. Larutan HCl 1 M
3. Larutan KMnO4 0,1 M
4. Larutan H2C2O4 0,1 M
5. Larutan H2SO4 2 M
6. Larutan I2 0,1 M
7. Larutan KI 0,5 M
8. Larutan H2O2 10 % 

IV. CARA KERJA
A. Reaksi antara KMnO4, H2SO4 dan H2C2O4
1. Mengisi sebuah tabung reaksi dengan 2 mL larutan KMnO4 0,1 M
2. Menambahkan 10 tetes H2SO4 2 M ke dalam larutan tersebut
3. Memanaskannya sampai ± 60 o C
4. Setelah suhu mencapai 60 oC , teteskan larutan H2C2O4 0,1 M tetes demi tetes sampai terjadi perubahan warna.
B. Reaksi antara I2 dengan Na2S2O3
1. Mengisi sebuah tabung reaksi dengan 2 mL larutan I2 0,1 M
2. Menambahkan tetes demi tetes larutan Na2S2O3 sampai terjadi perubahan warna
C. Reaksi antara KI dengan H2O2
1. Mengisi sebuah tabung reaksi dengan 2 mL larutan KI 0,5 M
2. Menambahkan 10 tetes larutan H2O2 10 %
3. Mengamati perubahan yang terjadi
D. Reaksi antara Na2S2O3 dengan HCl
1. Mengisi sebuah gelas kimia dengan 25 mL larutan Na2S2O3 0,2 M
2. Memasukkan 5 mL larutan HCl 1 M ke dalam larutan tersebut
3. Mengamati perubahan yang terjadi 

V. HASIL PENGAMATAN
Percobaan Reaksi Pengamatan
A.  KMn04 + H2SO4+H2C2O4 
Warnanya setelah dipanaskan hingga suhunya 60 dan ditetesi H2C2O4 7-8 tetes maka warnanya menjadi berubah dari ungu menjadi  coklat dan ada sedikit endapan.
B. I2 + Na2S2O3 
Warnanya berubah setelah ditetesi Na2S2O3 3-4 tetes menjadi bening dari awalnya berwarna Oranye.
C. KI+ H2O2 
Setelah diteteskan 10 tetes larutan H2O2 10% warnanya berubah dari putih menjadi bening.
D. Na2S2O3 + HCl
Setelah dimasukkan 5ml larutan HCL 1M ke dalam 25 ml larutan Na2S2O3 0,2 M warnanya berubah dari bening menjadi putih keruh, dan ada sedikit endapan.

VI. PERTANYAAN
Tuliskan persamaan reaksi redoks yang terjadi 
A. KMnO4 + H2SO4 + H2C2O4 è K2SO4 + MnSO4 + CO2 +  H2O
B. I2 + N2S2O3  è NaI  + Na2S4O6
C. KI + H2O2 è KIO3 + H2O
D. Na2S2O3 + HCl è NaCl + SO2 + H2O + Cl2
VII. KESIMPULAN 
Larutan yang mengalami perubahan warna seperti larutan di atas merupakan contoh suatureaksi redoks dalam suasana asam, basa, dan netral .Perubahan warna menunjukkan bahwalarutan bereaksi dan mengalami reaksi redoks.









Reaksi redoks 2
Standar Kompetensi : Menerapkan konsep reaksi oksidasi – reduksi dan elektrokimia dalam tehnologi dan kehidupan sehari-hari
Kompetensi Dasar : Menerapkan konsep reaksi oksidasi-reduksi dalam sistem elektrokimia yang melibatkan energi listrik dan kegunaanya dalam mencegah korosi dan dalam industri

I. TUJUAN

Menyelidiki reaksi logam dengan air.
Menyelidiki logam-logam yang dapat mendesak ion H+ dari larutan asam

II. TEORI
Reaksi redoks ( reduksi dan oksidasi ) terjadi secara bersamaan. Zat-zat reaktan yang menerima elektron berarti mengalami reduksi, sedangkan reaktan yang melepaskan elektron berarti mengalami oksidasi. Zat yang mengalami oksidasi mengalami kenaikan biloks ( bilangan oksidasi ), dan zat yang mengalami reduksi mengalami penurunan biloks. Air merupakan elektrolit lemah yang dapat terionisasi menghasilkan ion H+ dan ion OH -. Bila logam bereaksi dengan air, sebagian ada yang larut ( mampu mendesak ion H+ dari air ), dan sebagian lagi tidak dapat larut. Demikian pula halnya dengan reaksi logam dengan larutan lain, misalnya larutan HCl, HNO3 dan lain-lain.

III. ALAT DAN BAHAN
A. Alat
Tabung reaksi dan raknya
Kertas ampelas
Gunting kaleng
B. Bahan
Logam Cu,Fe,Pb,dan Zn, yang masing-masing berbentuk lempengan
Logam Mg yang berbentuk pita
Larutan HCl
Air

IV. CARA KERJA
1. Gunting logam- logam bahan praktikum dengan ukuran 3 cm x 0,5 cm masing-masing sebanyak 2 potong. Ampelas permukaannya hingga bersih.
2. Sediakan 5 tabung reaksi dan masukkan 1 potongan tiap logam tadi kedalam tiap tabung berturut-turut : Cu, Fe, Mg, Pb, dan Zn. Tambahkan air ke dalam masing-masing tabung reaksi hingga setinggi 2 cm diatas logam . Amati dan catat perubahan yang terjadi di dalam tabung.
3. Tuangkan ke dalam 5 tabung reaksi yang lain masing-masing sebanyak 2 mL larutan HCl 4 M. Kemudian tambahkan ke dalam masing-masing tabung tersebut 1 potongan logam tadi secara berturut-turut : Cu,Fe, Mg, Pb, dan Zn. Amati dan catat perubahan yang terjadi di dalam tabung.


V. HASIL PENGAMATAN
No Logam Pengamatan reaksi logam dengan
air
1 Tembaga ( Cu )
Setelah dimasukkan logam Cu kedalam tabung reaksi yang berisi air dan didiamkan beberapa menit tidak ada perubahan yang terjadi.

2 Zink ( Zn )
Setelah dimasukkan logam Zn kedalam tabung reaksi yang berisi air dan didiamkan beberapa menit tidak ada perubahan yang terjadi.


V. HASIL PENGAMATAN
No Logam Pengamatan reaksi logam dengan
air Larutan HCl 4 M
1 Tembaga ( Cu )
Setelah dimasukkan logam Cu kedalam tabung reaksi yang berisi Larutan HCl 4 M
dan didiamkan beberapa menit warna tembaga memudar.
2 Zink ( Zn )
Setelah dimasukkan logam Zn kedalam tabung reaksi yang berisi Larutan HCl 4 M dan didiamkan beberapa menit  ada gelembung di permukaan
VI. PETANYAAN
1. Menurut anda, logam manakah yang bereaksi dengan air dan manakah yang bereaksi dengan asam ? Tuliskan persamaan reaksi redoksnya.
Dalam percobaan kali ini tidak ada logam yang bereaksi dengan air. Seadangkan seballiknya semua logam dapat bereaksi degan asam.
Persamaan reaksi redoksnya :
-Cu + 2HCl → CuCl2 + H2
- Zn + 2HCl → ZnCl2 + H2
2. Jelaskan mengapa ada logam yang dapat bereaksi dengan air atau dengan asam, dan ada logam yang tidak dapat bereaksi.
Karena pada reaksi air dengan logam, air merupakan elektrolit lemah yang sulit untuk bereaksi. Ada sebagian logam yang dapat larut(bereaksi) di dalam air dan sebagian lagi tidak dapat. Dalam percobaan kali ini, air tidak dapat melarutkan logam-logam. Sedangkan pada logam dengan asam, masing-masing dapat dengan mudah melepaskan atau menangkap electron. Hal ini yang menyebabkan logam dengan asam dapat menghasilkan suatu reaksi redoks.


VII. KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan, diketahui bahwa logam Cu, Fe, Mg, Pb dan Zn tidak dapat bereaksi dengan air. Namun logam tersebut dapat bereaksi dengan HCl. Logam Cu direaksikan dengan HCl menghasilkan pemudaran warna pada logam Cu. Serbuk Fe direaksikan dengan HCl menghasilkan gelembung dan endapan. Logam Mg direaksikan dengan HCl menghasilkan gelembung udara dan lama kelamaan logam Mg melarut. Logam Pb direaksikan dengan HCl menghasilkan pemudaran warna pada logam Pb. Logam Zn direaksikan dengan HCl menghasilkan gelembung udara pada permukaan logam.